Sejarah Partai Demokrat DIY

Partai Demokrat yang didirikan di pusat, terus berkembang dengan pendirian Partai Demokrat tingkat provinsi di seluruh Indonesia, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Embrio akan berdirinya Partai Demokrat di seluruh Provinsi di Indonesia telah dimulai sejak Tahun 2001 setelah Partai Demokrat resmi didaftarkan ke Departemen Kehakiman dan Hak Azasi Manusia RI.

Tahun 2002, untuk pertama kalinya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) memberikan tugasdan mandat kepada Fernando Sitorus, guna berkomunikasi dengan koleganya di Daerah Istimewa Yogyakarta untuk membentuk kepengurusan Partai Demokrat tingkat Provinsi DIY. Proses komunikasi dan koordinasi yang dilaksanakan tersebut belum maksimal dan belum berhasil sebagaimana yang diharapkan. Disisi lain, kepengurusan tingkat provinsi harus terbentuk dengan waktu yang tidak terlalu lama. Melihat kondisi yang demikian, maka pendiri Partai Demokrat pusat melalui Sukartono Hadi Warsito (salah satu pendiri Partai Demokrat pusat) memberikan mandat kepada H. Djoko Soewindi, SH., mantan anggota DPRD DKI Jakarta dan juga purnawirawan ABRI yang berasal dari Yogyakarta untuk bersama-sama Fernando Sitorus membentuk kepengurusan Partai Demokrat tingkat Provinsi DIY dan Kabupaten/Kota se-DIY.

Kolonel Purnawirawan H. Djoko Soewindi, SH. dan Fernando Sitorus terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan beberapa koleganya sebagai tindaklanjut tugas dan mandat untuk membentuk kepengurusan Partai Demokrat  tingkat Provinsi DIY. Beberapa diantara kolega tersebut, adalah Budi Prihandoko, Sukardi, dan Benny DS.  Koordinasi dilaksanakan di beberapa tempat, antara lain di rumah H. Djoko Soewindi, Jl. Palagan km 11,3 Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman dan di Jl. Krasak No. 12 Kotabaru Yogyakarta, rumah Sukardi di Kotabaru, Yogyakarta dan rumah Budi Prihandoko, Banguntapan, Bantul Yogyakarta.

Komunikasi dan koordinasi yang dilaksanakan secara intensif tersebut, akhirnya terbentuk Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DIY dengan ketua Budi Prihandoko dan sekretaris Fernando Sitorus untuk masa bakti 2002-2005 serta Ketua Dewan Pembina Kol. (Purn) H. Djoko Soewindi, SH. Untuk pertama kalinya rumah di Jl. Krasak No. 12 Kotabaru Yogyakarta sebagai kantor sekretariat DPD Partai Demokrat DIY atas kerelaan orang tua dan keluarga besar Kol. (Purn) H. Djoko Soewindi, SH..Setelah terbentuk kepengurusan DPD Partai Demokrat tingkat Provinsi DIY tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan pembentukan kepengurusan tingkat Kabupaten/Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang dimulai dari Kota Yogyakarta, Kabupaten Kulonprogo,  Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul serta Kabupaten Sleman. Kemudian dilanjutkan dengan pembentukan pengurus di tingkat kecamatan dan Kelurahan/Desa di seluruh DIY. Terbentuknya kepengurusan tingkat Provinsi hingga ranting tersebut, dipersiapkan untuk mengikuti Pemilu legislatif dan Pemilu Presiden pada Tahun 2004. Pada pemilu legislatif Tahun 2004 tersebut, menempatkan Budi Prihandoko sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan DIY. Namun sebelum berakhir masa jabatan sebagai anggota DPR RI, Budi Prihandoko wafat dan digantikan oleh Kol. (Purn) H. Djoko Soewindi, SH. hingga tahun 2009. Sedangkan jabatan Ketua DPD Partai Demokrat DIY, digantikan oleh Bambang hingga berakhirnya periode kepengurusan DPD Partai Demokrat DIY pada Tahun 2005.

Pada tahun 2005, untuk pertama kalinya dilaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat DIY untuk  memilih Ketua dan Sekretaris dalam satu paket. Musyawarah Daerah merupakan forum musyawarah tertinggi tingkat provinsi yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Dalam Musda tersebut, terpilih sebagai Ketua GBPH H. Prabukusumo, S.Psi, dan Sekretaris Agus Bastian, SE., MM.. Susunan kepengurusan DPD Partai Demokrat masa bakti 2005-2010 tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Demokrat Nomor : 88/Rev.01/SK/DPP/DPD/PD/V/2006 tertanggal 8 Mei 2006.

Pada tanggal 9 Desember 2010, Ketua DPD Partai Demokrat GBPH Prabukusumo mengundurkan diri sebagai ketua DPD Partai Demokrat DIY, yang ditandai dengan penyerahan KTA Partai Demokrat di Kantor DPD Partai Demokrat DIY. Penyerahan KTA dan surat pengunduran diri merupakan “protes” GBPH H. Prabukusumo yang menilai kebijakan Partai Demokrat terkait RUUK Yogyakarta tidak lagi sesuai dengan hati nuraninya. GBPH H. Prabukusumo beralasan pengunduran dirinya tersebut karena ada perbedaan pemahaman tentang RUUK DIY dengan kebijakan DPP Partai Demokrat. Sebagai Putra dari Sri Sultan HB IX, GBPH Prabukusumo ingin memperjuangkan keistimewaan Yogyakarta seperti yang pernah diperjuangkan almarhum ayahnya. Penyerahan KTA dan surat pengunduran diri kepada DPP Partai Demokrat dilakukan di hadapan pengurus DPD Partai Demokrat DIY dan sesepuh/pendiri DPD Partai Demokrat DIY H. Djoko Soewindi, SH.. Dalam kesempatan yang sama, dua kader Demokrat ikut mengundurkan diri, yaitu Faraz Umaya yang merupakan wakil ketua IX Bidang Sosial dan Bencana dan  Lulu Budiharjo, Sekretaris bidang IX.

Pengunduran diri tersebut disikapi dengan bijaksana oleh sekretaris dan pengurus DPD Partai Demokat yang lain. Sikap tersebut ditindaklanjuti dengan pengajuan surat kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat untuk melakukan langkah strategis agar tidak terjadi kekosongan ketua DPD Partai Demokrat DIY. Selanjutnya DPP Partai Demokrat menunjuk Sdr. Angelina Sondakh sebagai pelaksana tugas (plt) Ketua DPD Partai Demokrat DIY hingga terpilihnya ketua definitif dalam Musyawarah Daerah.

Pada hari Rabu, 22 Desember 2010, diselenggarakan Musyawarah Daerah II yang bertempat di ruang Parangkusumo, Hotel Sahid Raya Yogyakarta, Jl Babarsari, Yogyakarta. Musda dibuka oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dan dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt) DPD Demokrat Yogyakarta, Angelina Sondakh, Ketua Fraksi Demokrat Jaffar Hafsah, dan anggota Dewan Pembina Hartati Murdaya serta seluruh pengurus DPD, DPC, DPAC dan kader Partai Demokrat se-Daerah Istimewa Yogyakarta. Proses pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar melalui Musyawarah Daerah II DPD DIY, berjalan lancar dan lebih cepat dari yang direncanakan. Wakil Ketua Bidang Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi DPD Demokrat DIY, Kol. (Purn) H. Sukedi terpilih secara aklamasi menjadi ketua untuk masa bakti 2010-2015. Tujuh pemegang hak suara secara bulat dan aklamasi telah memilih Kol. (Purn) H. Sukedi sebagai ketua DPD. Ketujuh pemegang suara tersebut masing-masing adalah DPP, DPD, dan lima DPC yang meliputi DPC Kabupaten Gunungkidul, DPC Kabupaten Bantul, DPC Kabupaten Kulonprogo, DPC Kabupaten Sleman dan DPC Kota Yogyakarta. Proses penentuan aklamasi itu berlangsung lancar tanpa ada penolakan dari pemegang hak suara, sehingga proses penetapan ketua baru, berjalan lebih cepat dari yang dijadwalkan.

Terpilihnya Kol. (Purn) H. Sukedi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat DIY masa bakti 2010-2015, sekaligus sebagai Ketua Tim Formatur, sebagai sekretaris Angelina Sondakh, SE, M.Si dan anggota tim formatur terdiri dari Agus Bastian, SE, MM, H. Sutrisno, SE. dan RM Sinarbiyatnujanat, SE. Tim Formatur tersebut bertugas untuk menyusun kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DIY masa bakti 2010-2015, kemudian diusulkan kepada DPP Partai Demokrat untuk ditetapkan dalam surat keputusan. Tim formatur Musda II melakukan beberapa rapat untuk melengkapi kepengurusan DPD Partai Demokrat DIY dan pada Rabu, 5 Januari 2011 terpilih Sutan Imran, SH. sebagai Sekretaris dan Bertha Cahyani Hastari Aji, SE, MM. sebagai Bendahara dan beberapa pengurus lain. Susunan kepengurusan DPD Partai Demokrat DIY tertuang dalam SK DPP Partai Demokrat Nomor. 41/SK/DPP.PD /DPD/III/2011 tertanggal 31 Maret 2011.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *